Kamis, 17 Februari 2011

sbuah kegagalan

Sangat menyakitkan saat kau tau bahwa kau gagal pada suatu hal yg telah kau bela mati-matian di hadapan kedua orang tua mu, malu sekali rasanya. "Apa yang salah pada diriku??" kalimat itu yang kn terus mengusik di pikiran mu dan kini sedang mengusik pikiran ku jg. Semua keyakinan yang dlu ku rasa, " AKU BISA MELAKUKANNYA" kini seperti sebuah debu yg bertebarran dimana-mana. Sakit rasanya, melihat semua hasil itu, "apa yang salah dalam diriku?" "usaha apa yang kurang dengan smua yang ku lakukan ini?" "kenapa aku tak bs menuntaskannya?" ribuan bertanyaan seperti terus menghantui 
Ingin rasanya aku melupakan semua ini, tp semua itu g mungkin!! ini masa depanku! siapa yg akan merintisnya kecuali aku sendiri 

sedih rasanya saat mengetahui betapa keras kepalanya diriku ini?? 
mengapa dlu aku begitu sok pintar dan merasa sok berkuasa dengan kehidupanku? kini aq hanya bs gigit jari melihat hasil dari kekeras kepalaan ku itu, "nyesalkan, dlu g mau nurutin kemauan ibu" itu yg di bilang ibu wktu aku menceritakan smuanya. Pengen nangis rasanya, kenapa aku begitu bodoh? padahal aku tau sekali bahwa keputusan orang tuaku (khususnya ibu) itu yg paling berpengaruh dlm hidupku. Memang benar ridho tuhan itu, berada pada ridho orang tua kita. Ingin ku mengulang semua, ingin kuperbaikin sgala kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan, huft!! betapa durhakanya aku. Sekarang baru aku rasakan smua akibat dri tindakan ku. Pengen nangis sekencang-kencangnya, tapi lagi-lagi gengsi lh yang membuat ku terus menyimpan semua kepedihan ini. 

Andai sang wkt bs ku ulang kembali, aku pengen mengulang smuanya. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk ibuku. Tapi semua percuma, nasi tlah menjadi bubur, ingin rasanya ku membuang smua bubur yang telah ku buat ini, tpi untuk mempersiapkan beras bru itu pun aku harus berpikir lgi, g mgkn aku sia-sia kn uang yg telah aku gunakan untuk membeli beras ini. Huh!! Andaikan aku anak seorang juragan beras itu, pasti aku tak perlu merisaukan sgala hal ini. hmmm lagi-lagi masalah biaya.

Astaghfirullah, kenapa sekarang aku menjadi kufur nikmat?? afwan y rabbi, aq tau tak sepantasnya aku seperti ini, aku tau ribuan nikmat sudah Kau berikan untuk ku, dan tak sepantasnya pula aku berpikiran seperti ini. Maafkan aku 

Banyak yang bilang aku kurang berusaha, Ibu ku pun berkata hal yang sama, hmmm... apa aku memang benar-benar kurang berusaha?? hmmm... apa aku memang benar-benar bs menuntaskan smuanya??

satu kalimat yang selalu aku pikirkan 
"bertahan disini, atau angkat kaki untuk slamanya!!!"

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar