Rabu, 20 Juli 2011

lyric-insan utama hadad alwi

Engkau mengenalnya
Insan yang utama
(Siapakah kiranya?)
Lelaki pilihan
Menjadi utusan
Ia menunjukan
Jalan kebenaran
(Muhammad kukira)
Baik hatinya
(Baik hatinya)
Santun perangainya
(Sungguh santun perangainya)
Jujur katanya
(Tak pernah dusta)
Kita menyayangnya
(Bersholawatlah baginya)
Ia teladan bagi kita semua
(Ia-lah teladan kita)
Sebagai karunia yang diberikan Allah bagi semua
Muhammad nama-Nya
Ikuti jalan-Nya
La la la..

Minggu, 03 Juli 2011

sedekahku dan segala bukti akan janji-Nya

bismillah, 
hanya ingin membagi sedikit pengalamanku yang memang benar-benar penuh akan hikmah dri-Nya. 


problemaku menjadi anak kost, "uang habis saat kiriman berusia balita" (yah artikan sendirilah =D ). Yah begitu lh realita kehidupan anak kost"an yg kurang pandai mengatur dalam hal keuangan. Dengan langkah berat aku langkahkan kaki menuju atm yg berada di kampus ku, hanya bermodalkan uang 50.000 aq bertekat untuk mencukupkan kehidupan ku yg tinggal seminggu lebih lgi untuk menuju masa-masa bahagia (awal bulan). aq pun duduk-duduk di depan kopma kampus ku, sambil berpikir apakah aku mampu melanjutkan hidupku dengan sejumlah uang itu?? apa lagi biasanya orang tua saat memberi kiriman g mesti tanggal 1 itu. "yah bismillah lah" niat ku dalam hati. 
saat asik mengamati keadaan di sekeliling ku, tanpa sengaja aku melihat seorang nenek yg tua renta berjalan sambil menyeret kaki sebelahnya kanannya, krena saat ku amati tampaknya kaki itu tak berfungsi dengan baik. Dengan berjalan memegang dinding nenek itu berpindah dari satu toko ke toko yang lain untuk meminta belas kasihan. Sungguh keadaan yang sangat miris sekali. Ingin sekali aku mendekatinya saat itu juga, namun niat itu aku urungkan karena saat itu aku melihat masih ada beberapa orang yang lalu lalang di sekitar kopma. Aku terus mengamati nenek itu, berharap aku masih bisa untuk bertemu dengannya. 
          Saat aku lihat keadaan kopma yg aku pikir sudah cukup kondusif, aku pun bergegas mendatangi nenek itu yg rupanya dia sedang beristirahat didepan sebuah rumah makan. Saat aku melihat keadaannya, aku hanya terdiam tak percaya. Benar-benar memprihatinkan. Agar tidak mencurigakan aku pun berinisiatif untuk membeli makan di warung itu, sedikit demi sedikit aku pun mendekatinya, benar- benar hancur hati saat melihat keadaannya. Aku berusaha menahan air mata agar tak terjatuh saat itu juga. 
"kemana sanak keluarganya?" 
"kemana anak-anak yang dia besarkan dengan susah payah?" 
"mengapa mereka tega seperti ini?" 
melihat kisaran umurnya, aku jdi tringat akan mbah ku yang berada di desa. Sudah sangat renta dirinya bila harus berada dijalanan seperti ini. 


    Aku pun mendekatinya, aku bertanya padanya dengan kosa kata 'bahasa jawa halus' yang aku pelajari blum lama ini (itung" skalian praktek lah), yah walau pun masih terbata-bata. si mbah pun menjawab dengan bahasa jawa juga (walah mampus dah ne, mau sok sok pake bahasa jawir malah aku yg mati kutu), aku pun hanya diam seolah-olah mendengarkannya dengan seksama walau pun g tau artinya (ya g mungkin jg kn aku nanya tu arti sama si mbah" itu, walah benar-benar menyesal aku g bawa jasa transleter.. hahahaha upss!!!) 
tapi sedikit aku menangkap maksud tujuannya, intinya dia minta sedikit uang untuk naik becak biar bisa pulang kerumah.
karena kapok memakai bahasa jawa, aku pun menanyakan letak rumahnya
dan semakin g ngerti jg aku dengan bahasanya (wehehehe). waduh piye kie?? mau bantu apa aku?? klo yg di maksud aja aq g paham 

hahahaha 




   Sungguh kasihan sekali melihat keadaanya yang tua renta itu. 
aku jdi teringat akan keluarga ku yang berada nun jauh di luar pulau sana, aku jdi teringat akan ibuku.. 
huhuhuhuuhuhuhuhuhuhuhu... jdi tiba-tiba aku kangeeeeeeennnn bgt dengan beliau :'( 
tanpa terasa tiba-tiba air mata ku keluar, aku takut saat dewasa nanti aku akan melakukan hal yg sama seperti yg dialami nasib ibu" ini, (astagfirullah, aku takuut sekali menyia-nyiakan beliau nantinya)
ya Allah!!!! 



huaaa aku nangiiiss.. (padahal dri awal aku kuliah ke jawa, aku belum sama skali nangis dan kali ini aku bisa tersentuh juga, alhamdulillah aku bisa menangis) ;')



bingung sekali apa yang aku harus lakukan, hati nurani ku berkata "sedekahkan apa yg ada di tanganmu, krena sebagian dri uang mu itu milik mbah itu jg loo" 
si setan menghasut, "ga usah!!! ntar klo kamu ngasih tu uang, kamu makan pake apa?? udah lah biarin aja, toh kamu juga perlu kok!!!!" 
makin bingung aja aku, lalu aku teringat akan pengajian ustad yusuf mansyur yg belum lama ini aku ikuti.
tentang hikamah dri sedekah 

hmmm, apa bener bakal di ganti 10x lipat??? 
karena rasa penasaran itu aku pun mencobanya, dengan bermodal nekat dan bismillah aq pun melakukan seperti apa yang dianjurkan hati nurani ku. Aku pun memberikan makanan yang aku beli dan sedikit uang yg ala kadarnya kepada mbah itu. Alahkah senang mbah itu menerima pemberian ku yg pdhal aku pikir pun sekedarnya saja. Saat melihat kebahagiaan itu aku pun jadi menangis lgi, huaa cengeng bgt y aku?? ;P (malu aku). 



sedikit terharu dan senang juga, karena saat itu juga aku mendapat doa dri beliau. Apalagi aku termasuk orang yg sangat mempercayai doa dari orang tua,
"Amiin" itu yang aku ucapkan dalam hati. Aku pun memutuskan untuk segera pergi, karena takuut air mataku semakin deras keluarnya dan aku juga merasa kurang nyaman dengan keadaan sekitar yg mulai agak ramai. 


well, kehidupan ku seterusnya pun aku isi dengan puasa nasi hahaha, untung dengan persedian lemak ku yg sangat memenuhi standar, yah akhirnya aku masih bisa bernafas sampai saat ini (jiaahahahahaha lebay!! =D). 
Aku terus terngiang-ngiang perkataan ustad yusuf mansyur itu, aku pun segera beristigfar
"ikhlas fitri, lakukanlh semua itu dengan niat lillahi ta ala, jgn krn mengharapkan 10x lipatnya!!!" =D



wew, bener bingung mnghadapi kehidupan ku seterusnya. Udah gitu ada beberapa keperluan yg datang sangat mendesak, huh makin mumet ne kepala. Yah lagi-lagi aku pasrah, berbekal tawakal kepada-Nya yg ngasih aku rejeki. 
Disela-sela kepusingan ku memikirkan smua itu, tiba-tiba terdengar sesuara deringan telpon hp, melihat dari nama si penelpon aku memiliki insting yg baik (hehehehe), tp segera aku menepisnya. "astagfirullah!!!" 
"halo nduk, kamu di kost?" suara si penelpon.
"ia lek, kenapa?" 

"ini aku lagi jalan sama fitri (anaknya) ntr klo sempat mau mampir ke kostmu" 
"oh ia lek"
telpon pun terputus
      sejam kemudian telpon kembali berdering, ternyata beliau sudah ada di depan rumah. Melihat kondisi kost-an ku yg pada saat itu penuh dengan tamu, akhirnya aku pun keluar bersama mereka mencari makan (bahagianya aku makan gratis, anak kost bgt sih hahahaha), setelah selesai makan dan berbincang-bincang kami pun kembali ke kost. Pamanku pun pulang dan sedikit memberikan ku uang pegangan. 
aku bahagiaaa sekali, "trima kasih y Allah" ucapku dalam hati  =D


aku pun segera menghitung kembali uang pemberian itu. Sesaat aku terdiam, uang yang aku peroleh ini sama persis 10x lipatnya uang yg aku berikan waktu itu. "subhanallah, bener-bener Allah itu maha menepati janji" 

yah memang awalnya aku sedikit meragukan dengan apa yang dikatakan si ustad itu, bahkan omongan itu terkadang hanya diberikan sebagai sindiran bagi org yg sedang 'kere' (hehehe maafkn saya pak ustad) ;), tp sekarang saat aku mengalami sendiri, aku merasa sedikit malu. Ada hikmat yg bisa aku ambil dri sana, bahwa  harta kita itu bukan sepenuhnya milik kita, seapik apa pun kita menjaganya saat Allah menghendaki untuk mengambilnya, maka semua itu akan musnah dengan sia-sia.. 
hmmm, aku merasa ini sebuah sindiran halus untuk ku yg sering membuat sindiran-sindiran nakal dengan sgala janjinya, 
seakan Allah berkata : "sgala yang telah aku janjikan, tidak akan mungkin aku ingkari fitri krena Aku maha menepati janji!!!!" (hehehehe astagfirullah gusti, kulo nyuwun pangapuroo , jadi malu >,<)


terkadang terlintas pikiran jahil ku, dengan semua pengalamanku ini 
"sedekah ah, biar uangku makin banyak" 
tp segera aku menepisnya, aku takut dengan niat ku yg g bener ini bisa berakibat buruk, aku ingin smua yang aku lakukan berdasarkan pembelajaran dan ikhlas karena-Nya bukan semata-mata dengan niat yang salah, hahahaha memang setan itu dimana" y =D


smoga apa yg di doakan si mbah itu di ijabah ma Allah, amiiiin!! 
 oia, kenapa aku g skalian request doa biar aku makin kurus ya... (hehehehehe ngawur) =D


bgitu banyak pelajaran yg telah Allah berikan kepadaku selama disini, bener-bener kota ini sangat istimewa, yah sama seperti namanya D.I.Y (Daerah Istimewa Yogyakarta)
hmmmm trima kasih ya Allah, atas pelajaranmu yang sangat berharga ini. Betapa sangat berarti sindiran yang kau berikan ini. ^-^

lyric boys like girl feat taylor swift- two is better then one

Once upon a time, I believe it was a Tuesday when I caught your eye
And we caught onto something
I hold onto the night, you looked me in the eye and told me you loved me

Were you just kidding?
'cause it seems to me, this thing is breaking down
We almost never speak
I don't feel welcome anymore
Baby what happened, please tell me?

'cause one second it was perfect, now you're halfway out the door

And I stare at the phone, he still hasn't called
And then you feel so low you cant feel nothing at all
And you flashback to when he said forever and always
Oh, and it rains in your bedroom
Everything is wrong
It rains when you're here and it rains when you're gone
Cause I was there when you said forever and always

Was I out of line?
Did I say something way too honest, made you run and hide
Like a scared little boy
I looked into your eyes
Thought I knew you for a minute, now I'm not so sure

So here's everything coming down to nothing
Here's to silence that cuts me to the core
Where is this going? Thought I knew for a minute, but I don't anymore

And I stare at the phone, he still hasn't called
And then you feel so low you cant feel nothing at all
And you flashback to when he said forever and always
Oh, and it rains in your bedroom
Everything is wrong
It rains when you're here and it rains when you're gone
'cause I was there when you said forever and always
You didn't mean it baby, I don't think so

Back up, baby, back up
Did you forget everything
Back up, baby, back up
Did you forget everything

'cause it rains in your bedroom
Everything is wrong
It rains when you're here and it rains when you're gone
'cause I was there when you said forever and always

Oh, I stare at the phone, he still hasn't called
And then you feel so low you cant feel nothing at all
And you flashback to when we said forever and always

And it rains in your bedroom
Everything is wrong
It rains when you're here and it rains when you're gone
'cause I was there when you said forever and always
You didn't mean it baby, you said forever and always... yeah 



download in here!!

Sabtu, 02 Juli 2011

hening,
tak terdengar kebisingan yg slalu mengusik hari" ku,
hanya terdengar suara detak jam, dan beberapa suara sang makhluk malam
perlahan ku pejamkan mata ini,

dalam gelap ku merasakan kesendirian
tak satu pun yg kukenali
dlam keadaan seperti ini aku slalu berharap,
andai saja aku dapat melihat smua yg ada disekelilingku

namun sayang...
ternyata tuhan tlah menciptakn kehendak lain untukku

banyak orang-orang yang begitu menikmati kegelapan ini
entah apa istimewanya??

bagi ku
kegelapan itu begitu menyesakkan,
mengapa harus ada sbuah kegelapan??
mengapa cahaya itu dapat padam??
betapa menakutnya smua ini

biarkan mereka mencemooh ku
biarkan mereka berpendapat apa saja tentang aku
bagiku
kegelapan itu suatu yang teramat sngat menakutkan
untukku

pendapat ku

pendapatku, 
katakan apa pendapatmu?
smua yg ku katakan mrupakan hasil dri pemikiranku 
karena smua ini adalah pendapatku
apa yg dapat kau lakukan dengan pendapatku?
kau tak mempunyai sepeser pun hak untuk mengusik pendapat ku 
toh kau sendiri yang menyuruhku untuk mengungkapkan pendapatku 
mengapa kau slalu menganggap salah dengan smua pendapatku?? 
apa hakmu? 
mengapa kau terlalu sibuk untuk mengurusi smua pendapatku??
mengapa kau terlalu ingin mencampuri smua pendapatku?
hukum sendiri pun mengerti 
bagaimana dy hrus bersikap dengan sbuah pendapat


mengapa kau harus jengah dengan smua pendapatku??
kau harus tau, kau tak mempunyai smua hak itu
kau tak berhak menghakimi smua pendapatku 
karena ini hanya sbuah pendapat